Harap Tunggu ....

Change Color

DSCN0178.JPG

Desa Bondowoso di Karang Sengo merupakan salah satu desa yang masih memiliki hutan. Hal ini menjadikan Desa Karang Sengon sebagai desa kayu. Potensi tersebut dimanfaatkan Pak Abdurrahman untuk menggiatkan seni ukir kayu di desa Karang Sengon. 

Pak Abdurraman sudah menggeluti profesi pengrajin ukir kayu sejak tahun 1981 dan beliaumengatakan kalau beliau belajar mengukir secara otodidak. Meskipun belajar melalui otodidak, beliau mampu membuat ukiran yang rumit bahkan tanpa menggunakan sketsa sekalipun karena jam terbangnya yang tinggi dalam hal ukir kayu. Tak heran Pak Abdurrahman memiliki banyak pelanggan dari luar Bondowoso. Karya seni ukir yang sering ia buat diantaranya adalah kuda, menjangan, patung rama dan shinta, dsb.

Kayu sono, kayu jati, dan kayu bintaos merupakan jenis kayu yang sering ia gunakan dalam membuat ukiran yang mana kayu-kayu tersebut ia cari sendiri dalam hutan di dekat kediamanya yaitu desa Karang Sengon. Kayu tersebut berasal dari pohon yang sudah mati dan akarnya kering.

Kerajinan ukir kayu buatan Bapak Abdurrahman biasa menghampiri konsumen ke wilayah Yogyakarta dan Bali. Beberapa karya beliau juga disimpan dan dipamerkan di Balai Desa Karang Sengon dan Kanor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Bondowoso.

Beliau berharap esok hari semakin banyak generasi muda khususnya pemuda Karang Sengon memiliki ketertarikan pada bidang seni ukir dan dapat mempelajarinya sehingga kerjinan seni ukir kayu dapat terus bertahan tak lekang oleh jaman.

 

 

Ada pertanyaan silahkan hubungi kami

Hubungi Kami di (0000) 000 000