Arca Megalitik

     Merupakan salah satu hasil karya seni pahat masa Prasejarah yaitu pada tradisi megalitik. Berdasarkan gayanya, patung megalitik dibedakan menjadi dua yaitu, patung statis dan dinamis. Kelompok patung bergaya statis biasanya memantulkan ekspresi kaku, seperti orang yang sudah meninggal. Sedangkan patung bergaya dinamis memancarkan suatu gerak. Perbedaan gaya tersebut nampaknya berkaitan erat dengan tujuan yang melatarbelakangi pendiriannya.

      Patung bergaya statis cenderung difokuskan pada penggunaannya sebagai sarana pemujaan, sedangkan patung bergaya dinamis lebih dimungkinkan sebagai tanda peringatan atau sebagai monumen. Pemahatan patung bergaya statis biasanya sederhana dengan kedalaman yang rendah, sehingga terkesan hanya sebagai goresan skematis terhadap organ-organ tertentu. Komponen yang biasa ditampilkan patung skematis  adalah bagian kepala yang terdiri atas wajah dilengkapi dengan alis, hidung, dan leher, bagian tubuh terdiri atas bahu dan tangan. Teknik pembuatan secara skematis menghasilkan patung-patung yang tanpa gerak seperti orang mati. Hubungan antara patung-patung dengan orang meninggal diperjelas dengan tata letak atau penempatan patung yang berdekatan dengan tempat/wadah mayat.

      Arca Megalitik yang terdapat di situs Karangsengon berjumlah dua buah, kedua arca tersebut masuk kedalam jenis patung arca megalitik bergaya statis karena penggambarannya yang sederhana dan terkesan kaku. Penggambaran arca megalitik yang kaku biasanya berkaitan erat dengan latar belakang pendiriannya. Arca megalitik di situs karangsengon letaknya sekitar 100m dari kubur bilik batu. Kemungkinan arca tersebut merupakan arca megalitik yang dibuat untuk perwujudan nenek moyang yang telah meninggal.

Source : Tim Ahli Cagar Budaya,Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Arca Megalitik berwajah Laki-laki
Arca Megalitik berwajah Perempuan